Plug & Connector

Produsen Headset memberikan Fixed-wing atau helikopter, sementara yang lain menawarkan pilihan yang lebih luas. Pesawat biasanya hanya menerima satu model Plug Connector, jadi penting untuk memastikan Anda menggunakan Plug Connector tepat.

Di bawah ini, dijelaskan tentang berbagai plug connector dan kegunaannya, siapa yang menggunakannya, dll.,

Detail Dsiskripsi Plug Connector:

  • General Aviation, fixed-wing training Pilots dan untuk hamper semua Boeing 737’s (Cessna, Piper, etc.) Adalah Tipe : GA Dual Plugs (PJ-068 & PJ-055)
  • Helicopter Pilots Adalah Tipe : U174/U (Helicopter Plug)
  • Corporate Jets & Panel-Powered Aircraft Adalah Tipe : LEMO 6-Pin
  • Airbus Pilots Adalah Tipe :  XLR-5 (Airbus Plug)
  • Military Aircraft Adalah Tipe : U384/U (Military Standard Plug) 

 

Deskripsi Plug Connector secara rinci dijelaskan dibawah, untuk beberapa informasi tentang ANR vs PNR dan penggunaan Bluetooth dalam headset penerbangan.

 1. General Aviation Dual Plugs (PJ-068 & PJ-055)

 

Standar untuk pesawat penerbangan umum (General Aviation/GA), dua colokan / plug Connector terpisah ini (satu untuk headphone dan satu untuk mikrofon) umumnya digunakan pada pesawat bermesin piston seperti Cessna dan Piper.

Kegunaan :

  • Paling umum digunakan pada pesawat General Aviation (GA), seperti Cessna, Piper, Beechcraft, dan Diamond.
  • Kompatibel dengan avionik standar yang terdapat pada pesawat ringan bermesin ganda dan bertenaga piston.
  • Adaptor mudah ditemukan untuk dikonversi ke jenis colokan lain.
  • Memerlukan baterai eksternal untuk headset ANR.

Deskripsi & Detail Teknis:

  • PJ-068 (Colokan Speaker/Audio):
    • Diameter 6,35 mm (1/4 inci)
    • Konektor TRS (Tip-Ring-Sleeve) untuk output audio mono
  • PJ-055 (Colokan Mikrofon):
    • Diameter 5,25 mm (0,206 inci)
    • Konektor Tip-Sleeve (TS) untuk input mikrofon
  • Sumber Daya: Tidak ada daya bawaan untuk Active Noise Reduction (ANR); memerlukan baterai terpisah jika ANR diperlukan.
  • Most commonly used in general aviation (GA) aircraft, such as Cessna, Piper, Beechcraft, and Diamond.
  • Works with standard avionics found in piston-powered and light twin-engine aircraft.
  • Easy to find adapters to convert to other plug types.
  • Requires an external battery pack for ANR headsets.

 2. U174/U (Helicopter Plug)

Colokan/ Plug Connector U174 (Heli, atau NATO) digunakan pada helikopter. Colokan ini merupakan colokan tunggal untuk earphone dan mikrofon, dan sedikit lebih pendek dan lebih tebal daripada colokan GA. Headset helikopter biasanya juga memiliki kabel melingkar, alih-alih kabel lurus seperti headset GA.

Kegunaan:

  • Standar untuk helikopter sipil dan militer, seperti helikopter Bell, Sikorsky, dan Airbus.
  • Umum digunakan pada helikopter yang menggunakan sistem impedansi tinggi.
  • Tidak kompatibel dengan pesawat sayap tetap tanpa adaptor.

Description & Technical Details:

  • Jenis Konektor: Steker silinder tunggal (U174/U), juga dikenal sebagai TP-120.
  • Ukuran: Diameter 7 mm (0,276 inci).
  • Konfigurasi Pin: Steker empat konduktor (TRRS: Tip-Ring-Ring-Sleeve).
  • Sumber Daya: Tidak ada daya internal; headset ANR memerlukan baterai eksternal.

 

3. LEMO (6 – PIN)

Konektor enam pin yang digunakan pada pesawat terbang umum dan korporat kelas atas dengan daya panel terintegrasi. Konektor ini memberi daya pada headset ANR tanpa baterai dan menawarkan solusi colokan tunggal.

Kegunaan:

  • Umum pada pesawat terbang umum (GA) kelas atas dan korporat.
  • Ditemukan pada pesawat terbang dengan daya panel headset terintegrasi, seperti Cirrus dan beberapa model Beechcraft.
  • Menyediakan daya langsung untuk headset ANR, sehingga tidak memerlukan baterai.

Deskripsi & Detail Teknis:

  • Jenis Konektor: Konektor LEMO melingkar 6-pin.
  • Sumber Daya: Daya DC 12-28V yang disuplai oleh pesawat.
  • Konfigurasi Pin:
  • Pin 1 – Input Mikrofon
  • Pin 2 – Ground Mikrofon
  • Pin 3 – Audio Kiri
  • Pin 4 – Audio Kanan
  • Pin 5 – Ground
  • Pin 6 – Daya

 

4. XLR – 5 (AIRBUS/ Panel Power)

Konektor XLR lima pin yang terdapat pada pesawat Airbus dan beberapa jet bisnis. Seperti konektor LEMO, konektor ini menyediakan daya untuk headset ANR langsung dari pesawat, sehingga menghilangkan kebutuhan akan baterai.

Kegunaan:

  • Terutama digunakan pada pesawat Airbus dan beberapa jet bisnis.
  • Menyediakan sumber daya untuk headset ANR

Deskripsi & Detail Teknis:

  • Jenis Konektor: XLR 5-pin (colokan male).
  • Sumber Daya: Daya 5V DC yang disuplai oleh pesawat.
  • Konfigurasi Pin:
  • Pin 1 – Ground Mikrofon
  • Pin 2 – Sinyal Mikrofon
  • Pin 3 – Ground Headphone
  • Pin 4 – Sinyal Headphone
  • Pin 5 – Daya untuk ANR

Sekilas tentang headset ANR vs. PNR:

Headset penerbangan tersedia dalam dua jenis utama berdasarkan teknologi pengurangan kebisingan: Active Noise Reduction (ANR) dan Passive Noise Reduction (PNR). Perbedaan utamanya terletak pada cara mereka mengurangi kebisingan sekitar di kokpit.

ANR headsets :

Headset ANR menggunakan mikrofon internal dan sirkuit elektronik untuk secara aktif meredam kebisingan frekuensi rendah. Headset ini bekerja dengan mendeteksi kebisingan yang masuk dan menghasilkan gelombang suara yang berlawanan untuk menetralkannya. Hal ini membuatnya sangat efektif dalam mengurangi kebisingan mesin dan angin, terutama pada pesawat yang lebih bising seperti turboprop dan jet. Headset ANR memerlukan sumber daya, baik dari baterai internal maupun sistem bertenaga panel seperti koneksi LEMO atau XLR-5. Pilot yang sering terbang atau menempuh penerbangan jarak jauh seringkali lebih menyukai headset ANR karena kenyamanannya yang superior dan mengurangi kelelahan.

 

PNR headsets,

Di sisi lain, headset PNR hanya mengandalkan material kedap suara seperti penutup telinga tebal untuk memblokir kebisingan. Headset ini lebih terjangkau dan tidak memerlukan sumber daya, tetapi umumnya tidak memberikan pengurangan kebisingan sebanyak headset ANR. Headset PNR merupakan pilihan populer bagi calon pilot atau mereka yang terbang dengan pesawat penerbangan umum yang lebih senyap di mana kebisingan berlebih bukan masalah besar.

 

Apakah Memerlukan Bluetooth..?

Fungsionalitas Bluetooth pada headset penerbangan meningkatkan komunikasi dan konektivitas dengan memungkinkan pilot terhubung secara nirkabel ke perangkat eksternal. Meskipun tidak menggantikan sistem radio utama pesawat, Bluetooth umumnya digunakan untuk menghubungkan ke ponsel pintar, tablet, dan tas penerbangan elektronik (EFB) seperti ForeFlight atau Garmin Pilot. Hal ini memungkinkan pilot untuk menerima pembaruan ATIS (Layanan Informasi Terminal Otomatis), melakukan panggilan telepon di darat, atau mendengarkan musik selama fase penerbangan yang tidak kritis